Kenapa Shaula Menjadi Kalanjeking saat Subaru Melanggar Aturan Menara di Re:Zero?
Dalam Re:Zero Arc 6 yang menjadi bagian penting Season 4, Shaula sebenarnya bukan manusia biasa, melainkan makhluk ciptaan Sage Flugel yang bertugas menjaga Pleiades Watchtower selama ratusan tahun. Ia memiliki bentuk asli berupa monster kalajengking raksasa bernama Hell Sniper. Karena itu, ketika aturan menara dilanggar atau sistem pertahanan aktif, Shaula otomatis berubah kembali ke bentuk aslinya untuk mengeliminasi penyusup.
Di anime dan novel ringan, Natsuki Subaru serta kelompoknya datang ke Pleiades Watchtower untuk mencari cara menyelamatkan Rem dan mengembalikan nama Julius yang dimakan Authority of Gluttony. Namun menara tersebut memiliki aturan yang sangat ketat. Salah satu aturan terpenting adalah larangan menaiki lantai tertentu tanpa menyelesaikan ujian yang diberikan penjaga menara.
Penyebab Subaru melanggar mengalami trauma akibat return by death nya aktif saat kondisinya tidak memungkinkan dimana ini akibat ingatan dari protagonis Re:Zero dimakan yang menyebabkan dia ingatannya hilang dan akhirnya ini memicu kondisi yang dianggap sebuah pelanggaran, dimana sistem pertahanan menara langsung bereaksi yang kemudian mempengaruhi Shaula.
Shaula sendiri sangat loyal kepada “Master”-nya, yaitu Flugel. Karena Subaru memiliki aroma Witch Factor dan beberapa kesamaan dengan Flugel, Shaula awalnya memperlakukan Subaru dengan sangat dekat bahkan memanggilnya “Master”. Namun loyalitas itu tidak sepenuhnya berasal dari emosi manusia biasa. Tubuh dan keberadaan Shaula sudah diprogram untuk menjaga menara apa pun yang terjadi. Ketika aturan utama menara dilanggar, naluri penjaganya mengambil alih dan bentuk manusianya tidak lagi bisa dipertahankan.
Perubahan Shaula menjadi kalajengking juga berkaitan dengan mana dan struktur tubuh buatan yang ia miliki. Dalam novel dijelaskan bahwa tubuh manusia Shaula hanyalah semacam “wadah” yang memungkinkannya berinteraksi dengan orang lain secara normal. Bentuk aslinya tetaplah monster penjaga yang sangat mematikan. Saat mode pertahanan aktif, wujud manusia itu runtuh dan berubah menjadi Hell Sniper raksasa yang mampu menyerang dari jarak jauh dengan cahaya penghancur.
Banyak penggemar Re:Zero menganggap momen ini sebagai salah satu tragedi terbesar Arc 6 karena Shaula sebenarnya sangat menyayangi Subaru dan teman-temannya. Ia terlihat ceria, manja, dan sering bertingkah lucu, tetapi di balik itu ia hanyalah makhluk yang diciptakan untuk satu tujuan: menjaga menara hingga akhir hidupnya. Ketika sistem pertahanan aktif, Shaula tidak bisa melawan perintah yang tertanam dalam dirinya sendiri.
Pertarungan melawan Shaula dalam bentuk kalajengking juga memperlihatkan betapa berbahayanya Pleiades Watchtower. Bahkan Subaru yang memiliki Return by Death kesulitan menghadapi situasi tersebut karena Shaula dalam mode penuh hampir tidak memiliki rasa belas kasihan. Serangan Hell Sniper miliknya mampu menghancurkan area luas dan membunuh karakter dalam waktu singkat.
Dalam web novel dan light novel, perubahan Shaula ini juga menjadi simbol kesepian yang ia alami selama ratusan tahun. Ia menunggu Flugel tanpa pernah benar-benar memahami kapan tuannya akan kembali. Karena itu saat bertemu Subaru, Shaula seperti menemukan harapan baru. Sayangnya, aturan menara dan takdir penjaga yang melekat padanya membuat hubungan tersebut berubah menjadi tragedi.
Sumber:
Re:Zero Wiki – Shaula dan Pleiades Watchtower